Senin, 10 Mei 2021

Harusnya menjadi semakin biasa ketika seseorang memutuskan untuk pergi meninggalkan -- tidak peduli berapa lama kita saling kenal. Karena toh, semuanya adalah seleksi alam?

Seseorang pernah berkata padaku, bagaimana sebuah hubungan bisa bertahan lama. Alasannya adalah karena salah satu atau keduanya ada yang merawat hubungan tersebut.

Egois bila seseorang mulai lelah merawat dan memutuskan untuk pergi tapi kita menahannya, bukan?

Jangan salah paham, ini bukan tentang romantisme. Ini tentang pertemanan dan persahabatan.

Minggu, 03 Mei 2020

#10 Dia, Ibuku

Di rumah aja membuatku lebih banyak tau sisi lain dari orang rumah. Contohnya Ibuku, aku jadi paham tentang perjuangannya, kerja kerasnya, bahkan hal-hal kecil yang membuatnya senang dan sedih. Pembelajaran yang mungkin tidak akan pernah kudapat di hari-hari biasa karena kesibukanku di kampus.⁣
⁣
“Hari ini makan apa?” tanya Beliau setiap pagi. Tentu saja jawaban dari kami berbeda-beda, tapi canggihnya, beliau tetap bisa menyenangkan hati kami dengan caranya.⁣
⁣
“Gimana? Enak nggak? Kurang apa? Sudah pas? Garamnya kurang?” ini adalah pertanyaan yang selalu Beliau tanyakan ketika kami makan. Tidak akan berhenti sampai ada yang menjawab. Dulu, aku menjawab sekenanya. Belakangan ini aku mengamati, setiap jawaban dari kami, selalu membuat Ibu tersenyum. Ah Ibu, jika aku tahu lebih awal, akan kujawab pertanyaanmu dengan sungguh-sungguh.⁣
⁣
Dulu, aku selalu terganggu ketika Ibu tiba-tiba masuk ke kamar dan berusaha mengajakku berbicara atau sekadar bersandar di punggungku dan elus-elus rambutku. Kini aku sadar, itu adalah cara beliau untuk menarik perhatianku, anaknya, yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Ah Ibu.⁣
⁣
Ya Rabb, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecilku.⁣
⁣
Aamiin.⁣

Sabtu, 02 Mei 2020

#9 Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Tidak butuh label berhasil untuk menjadi orang yang sukses. Kita hanya butuh diri kita mau menempuh setiap proses dengan ikhlas dan cara-cara yang baik. Iya dong, untuk mencapai tujuan yang baik harus dengan cara yang baik juga, kan?⁣
⁣
Bismillah untuk setiap langkah yang kita ambil dalam perjalanan, semoga selalu dikuatkan dan dilancarkan!⁣
⁣
Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk teman-teman! ⁣
⁣
Gagal itu biasa, tapi bangkit itu luar biasa. ⁣
⁣
Dariku, yang sedang berpetualang.⁣

Jumat, 01 Mei 2020

#8 Sebuah Percakapan

"Aduh aku capek"⁣
"Sabar, nanti istirahatnya di surga"⁣
⁣
"He ini pasangan mukenahnya gaada ta?"⁣
"Yaudah sans pake yang lain"⁣
"Gabisa, aku kalo ketemu orang rapi, masa ketemu Allah enggak"⁣
⁣
*adzan*⁣
"Aku sholat dulu ya"⁣
⁣
"Aku mau ujian, doain aku ya!"⁣
"Oke" *trus dia berhenti, duduk, berdoa* "sudah kudoakan"⁣
*speechless*⁣
⁣
*jadwal melingkar mepet kegiatan lain*⁣
"Jika kita tolong agama Allah, Allah tolong kita"⁣

Kamis, 30 April 2020

#7 Rindu

Hari ini temanya rindu⁣
Rindu yang semua orang tahu⁣
Tidak mungkin untuk segera bertemu⁣
⁣
Maka disinilah aku⁣
Berdoa untuk kamu yang jauh⁣
Semoga sehat selalu⁣

Rabu, 29 April 2020

#6 Aku dan Hujan

Malam ini hujan. Seperti biasa, hujan selalu bisa membawa kembali setiap kenangan. Entah itu kenangan manis, pahit, tentangku, tentangmu, atau tentang kita.⁣
⁣
Kadang, aku berpikir, aku dan hujan mempunyai kesamaan. Kita sama-sama menunggu untuk jatuh. Tidak tahu kapan akan jatuh, tidak tahu dimana akan jatuh. Yang kita sama-sama tahu, kita akan dijatuhkan diwaktu dan tempat yang tepat sesuai dengan takdir-Nya.⁣
⁣
Kini aku paham mengapa sebelum hujan turun dia harus berproses terlebih dahulu. Agar bila saatnya tepat, dia dapat memberikan manfaat bagi umat. Begitu pula denganku, agar bila saatnya tepat, dijatuhkan pada dia yang menunggu dalam taat. ⁣
⁣
Aamiin⁣

Selasa, 28 April 2020

#5

Kita sering kali lupa. Apa yang kita inginkan belum tentu terwujud. Apa yang kita impikan belum tentu tercapai. Maka sebaik-baik perjuangan adalah yang diiringi keikhlasan. Ikhlas untuk setiap jawaban. Ikhlas untuk setiap ketetapan dari-Nya. ⁣

Senin, 27 April 2020

#4 Ditampar

Belakangan ini jadi sering mengeluh karena perkuliahan dan tugas. Bukannya apa, aku merasa Ramadhanku jadi lebih sering di depan laptop daripada mengejar target amal yaumiku. ⁣
⁣
Kemudian tertampar oleh balasan salah satu temen, “Enak mba hil, mencari ilmu itungan pahalane luweh uwakeh kok, sans yok!” ⁣
⁣
Astaghfirullah, aku lupa. Aku lupa bahwa ibadah itu bukan hanya sholat dan mengaji. Bahwa menuntut ilmu juga adalah ibadah asal kita ikhlas dan meniatkannya sebagai ibadah. ⁣
⁣
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,⁣
⁣
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ⁣
⁣
“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).⁣
⁣
Ayo Hila. Ingat bahwa menuntut ilmu juga butuh keikhlasan. Agar setiap lelah dan letihnya dalam belajar berbuah pahala dan rahmat yang mengantarkan ke Surga-Nya.

Minggu, 26 April 2020

#3 Untuk Diri

Untuk diri⁣
Janganlah bersedih⁣
Lihatlah kanan dan kiri⁣
Banyak yang harus disyukuri⁣
⁣
Untuk diri⁣
Apa kabar hati?⁣
Jangan biarkan dia mati⁣
Sampai tak bisa bersimpati⁣
⁣
Untuk diri⁣
Mengapa masih diam disini?⁣
Bukankah targetmu menanti?⁣
Mulailah jalan jangan berlari⁣
⁣
Untuk diri⁣
Bukankah janji-Nya pasti?⁣
Bahwa jika kau mengimani⁣
Semuanya mungkin terjadi⁣

Sabtu, 25 April 2020

#2 Yang Tak Dimiliki Sembarang Orang

Bapak penjual bunga yang kutemui beberapa waktu lalu, memberikan pembelajaran berharga. Siang itu, aku dan teman-teman relawan membagikan sembako untuk warga di sekitar kampus C. Kejadian itu menjadi sebuah tamparan kebaikan yang terngiang-ngiang hingga saat ini.⁣
⁣
Diawali dengan salam dan perkenalan, kami mencoba untuk menjelaskan maksud dan tujuan kami. Tampak bingung, Bapak tersebut seperti mencari-cari sesuatu dari sebuah kotak. Kemudian beliau keluar, memberikan selembar 50ribu, “ini ya Mbak, maaf seadanya,” kata beliau.⁣
⁣
Masya Allah!⁣
⁣
Benar dugaanku, sepertinya Bapak tadi tidak jelas mendengar maksud kami. Setelah kami jelaskan, beliau meminta maaf, “Maaf mbak, saya kira ini tadi kotak sumbangan.” Kotak yang beliau maksud adalah kardus sembako yang akan kami berikan.⁣
⁣
Pembicaraan mengalir. Kami meminta data beliau. Kami juga bertanya bagaimana kondisi pemasukan saat pandemi ini. Beliau bercerita bahwa pemasukannya menurun dari biasanya.⁣
⁣
Aku tertegun.⁣
⁣
Dalam keadan pemasukan yang menurun, beliau masih bisa memikirkan orang lain. Memberi tanpa berpikir, bahkan menganggapnya hal kecil. ⁣
⁣
Terima kasih Bapak, sudah menunjukkan bahwa masih banyak orang dengan hati yang baik. Hati yang terbuat dari rasa syukur yang tak terhitung. Hati yang tak dimiliki sembarang orang.⁣

Jumat, 24 April 2020

#1 Keberkahan dalam Keterbatasan

Ramadhan adalah bulan yang agung dan mulia. Kehadirannya selalu ditunggu-tunggu karena keistimewaannya. Ramadhan selalu datang dengan berbagai warna tiap tahunnya. Begitu pula dengan tahun ini.⁣⁣
⁣⁣
Masjid yang selalu menjadi tempat favorit saat Ramadhan, sekarang menjadi salah satu tempat yang tidak boleh didatangi. Canda tawa ketika berkumpul bersama teman dan keluarga besar, sekarang menjadi hal yang harus dihindari. Akan ada banyak hal yang terlewat dari rutinitas Ramadhan – buka bersama, tarawih berjamaah, itikaf, bahkan untuk sekadar bersalaman memohon maaf di hari kemenangan. ⁣⁣
⁣⁣
Ramadhan kali ini, tak seperti Ramadhan yang kukenal.⁣⁣
⁣⁣
Tapi, bukankah Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana? Dengan setiap keterbatasan yang kita alami, Ramadhan datang seolah menjadi harapan dan jawaban. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk kita berdoa penuh harap atas segala yang menimpa dunia belakangan ini. ⁣⁣
⁣⁣
Barangkali, dengan begini, kita bisa menghindari hiruk pikuk Ramadhan yang tiada arti. Memperbaiki hubungan dengan-Nya yang sudah lupa kapan terakhir kali berinteraksi. Menjadikan setiap rumah tempat beribadah berserah diri. Karena hanya pada-Nya, Yang Maha Mengasihi. ⁣⁣
⁣⁣
Ramadhan akan tetap menjadi Ramadhan dengan segala keistimewaan. Tinggal bagaimana kita mau mengupayakan.⁣⁣

Minggu, 22 Maret 2020

Bismillah...

Kita tidak pernah tahu dan menduga hal apa yang akan kita hadapi di depan. Contohnya sekarang, baru minggu lalu aku masih haha hihi sibuk kuliah dan proker kampus, sekarang seharian penuh di rumah gaberani keluar karena ada corona. Kalo boleh bilang, ini bukan hal mudah buat aku. Beberapa proker kampus harus terpaksa dan diikhlaskan untuk berakhir karena adanya wabah ini.

Allah Maha Baik. Pasti akan ada sesuatu indah setelah selesainya semua ini.

Minggu, 08 Desember 2019

Memulai Lagi

Nyatanya, tergantikan adalah perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Apalagi, setelah banyak hal yang sudah dilewati bersama dan menjadi kenangan. Bahkan untuk bisa berangkat dari rumah ke kampus, aku harus melewati banyak tempat yang menjadi kenangan. Alah Hil!

Bisa jadi, beginilah cara Allah menegurku. Menegurku yang lebih banyak berharap pada manusia daripadaNya.

Untuk segala perasaan yang mengekangku untuk maju, bismillah, mari memulai lembaran baru dengan perasaan yang lebih positif. Lihatlah apa saja yang bisa kamu lakukan dan dapatkan sekarang!

Kembali ke track yang seharusnya dan berusaha mendapat ridhoNya. Karena lagi, apalah kita tanpa ridhoNya...

Jumat, 29 November 2019

Aku sangat berterima kasih kepada mereka yang selalu membersamai langkahku. Ada saat aku susah maupun senang. Sama-sama menangis dan tertawa pada setiap kebodohan yang kita atau lebih banyak aku lakukan. Karena kalian, aku menjadi sadar bahwa tangis dan tawaku kutunjukkan pada orang yang tepat.

Sekali lagi, terima kasih.

Rabu, 25 September 2019

Untuk Kamu,

Haai!

Apa kabar? Semoga kabarmu baik dan senantiasa berada dalam lingkaran cinta-Nya. Aku alhamdulillah baik. Yaaa sebenarnya hari ini cukup melelahkan untukku. Kakiku sakit, mungkin karena sudah lama tidak berolah raga. 

Sebelum aku menulis lebih jauh, satu hal yang harus kamu tau adalah bahwa aku sedang berusaha untuk memaafkanmu. Aku hanya tidak ingin kamu merasa terbebani oleh kesalahanmu dan membuatmu tidak maju, overthinking, murung, dan kehilangan semangat dan senyumanmu. Jangan khawatir, aku yakin beberapa saat lagi aku pasti bisa memaafkanmu, jadi bertahanlah untuk tidak menangis malam-malam sebelum tidur. Aku harap, jika waktu itu tiba, kamu bisa benar-benar mencintai dirimu sendiri.

Oh ya, dengar-dengar kamu belakangan ini sibuk ya? Tetap jaga kesehatan ya! Aku tau kamu kuat, kamu juga sudah pernah melewati yang lebih susah dari ini. Jangan pernah menyerah karena hal kecil, jangan takut untuk mencoba. Yang paling penting, mungkin akan susah untuk kamu lakukan, tapi tolong jangan pernah membuat asumsi negatif atau negative thinking di awal. Itu membuatmu takut untuk mencoba dan memulai, padahal banyak hal-hal penting yang harus kamu kejar, tapi karena itu, kamu jadi di situ-situ aja. Tolong juga, jangan boros! Daripada uangnya dibuat beli jajanan, mending ditabung untuk keperluan mendadak. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama yang membuat ayahmu kecewa sama kamu. Tolong.

Aku tau kamu sangat senang berorganisasi dan tidak suka diam. Tapi, pahami batas wajar dirimu. Jangan sampai amanah yang kamu 'iya' kan diawal mendzolimi orang lain dengan kamu tidak bekerja maksimal di dalamnya. Kamu sudah pernah mengalami bekerja dengan orang yang seperti itu, kan? Jadi jangan pernah membuat orang lain berada pada posisi yang sama sepertimu. Aku percaya bahwa kamu seorang yang pekerja keras, tapi jangan mnegambil alih semuanya sendirian juga. Biarkan orang lain mengerjakan apa yang menjadi job description nya. Selain itu membuatnya meremehkan tugas, suatu saat jika kamu merasa lelah dan capek, kamu akan malah membebani dirimu sendiri dan aku tidak ingin itu terjadi. Aku tidak ingin apa yang kamu pilih dan sukai menjadi beban untuk dirimu sendiri hanya karena kamu merasa bekerja berlebihan atau bekerja tidak sesuai porsi.

Semangat juga untuk kuliah kita, ya! Semoga sekarang dan kedepannya kita sama-sama bisa belajar dnegan baik dan hasil sesuai target! Setelah ini UTS, kan? Jadi, tolong siapkan dengan baik. Jangan sampai muncul rasa kecewa dan menyesal saat mengerjakan UTS karena ada beberapa soal yang terlewat tidak dipelajari. 

Terakhir, untuk hal-hal yang cukup toxic buat kamu. Please, tinggalin aja. Aku tau pasti susah, tapi bukan berarti tidak mungkin kan? Aku yakin kamu bisa karena kamu pernah di fase yang sama juga. Banyak berdoa pada Allah, supaya Allah beri kekuatan dan kemudahan untuk semuanya. Jangan pernah takut untuk melangkah. Biarkan dirimu menjadi dirimu.

Terima kasih ya sudah sangat berusaha. Terima kasih juga untuk setiap pilihan yang sudah mengantarkan pada titik ini. Maaf jika banyak membuat kesalahan. Tapi aku harap, dengan kesalahan-kesalahan yang kulakukan di masa sekarang bisa membuatmu tegar dan kuat di masa yang akan datang. Karena aku yakin, pada setiap sesuatu yang terjadi, ada hikmah yang bisa diambil dan dijadikan pelajaran.

Selamat berjuang, Hila!


Sincerely, Hila


Senin, 27 Mei 2019

Welcome Back!

Sepertinya jiwaku mulai sakit, merindukan sesuatu yang hanya aku sendiri yang dapat memenuhinya...
Bismillah, di sisa hari di bulan penuh berkah ini, mari menebar kebaikan-kebaikan kecil, yang siapa tahu dia kunci yang membawa kita ke surga-Nya...
Selamat dan semangat datang kembali, Hila!

Sabtu, 24 November 2018

Cukup

Entah kenapa menjadi familiar dengan yang namanya kecewa karena berharap lebih pada manusia membuatku ingin berhenti untuk berharap pada sesuatu selain-Nya. Memang harusnya seperti itu kan ya? Tapi kenapa rasanya susah buat nggak berharap...

Apa karena aku merasa apa yang kulakukan untuknya itu hal yang besar, jadinya aku berharap dia akan melakukan hal yang sama untukku?

Rasanya perasaan ini sudah terjadi untuk kesekian kalinya dan aku jadi mikir "apa ini kode ya dari Allah, biar aku nggak berharap lebih sama manusia? Apa Allah cemburu ya karna aku berharap pada selain-Nya?" 

Tapi kalo dilihat-lihat, memang belakangan ini aku jadi memprioritaskannya melebihi kegiatanku yang lain, bahkan aku berpikir bahwa harus ada waktu yang kusediakan untuknya disela-sela kegiatanku. Tapi lagi-lagi, yang muncul malah rasa kecewa karena toh dia ternyata tidak pernah menjadikan aku prioritasnya wkwkwkwk...

Drama deh wkwkwk...

Baiklah Hila, harusnya kamu sudah cukup paham dan mengerti bahwa sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik. Cukup berhenti sampai disini saja...

Mari mengingat-ingat bahwa semakin berharap maka semakin sedikit yang didapat. Harus ada ruang, harus ada ruang untuk memaafkan dan kekecewaan. Karena diri sendirilah yang membuat rasa itu ada dan hadir, diri sendirilah yang memberi kesempatan rasa kecewa hadir dengan membuat harapan lebih. Jadi, cukup. Cukup sampai di sini saja.......

Jumat, 23 November 2018

Pintu Baruku

Bismillah....

Halo teman-teman pembaca setia blog hila, entah mulai dari awal atau hanya membaca sekilas. 

Banyak yang sudah aku lalui selama beberapa bulan aku nggak pernah nulis di blog, mulai dari jadi ketua pelaksana di studi yang sebelumnya sampai sekarang sudah jadi mahasiswa baru lagi dan akan memasuki minggu-minggu ujian akhir semester 1 di perkuliahan yang baru.

Rasa-rasanya baru kemarin aku berjuang penuh drama untuk bisa jadi mahasiswa kedokteran dan sekarang aku jadi mahasiswa kesehatan masyarakat. Untuk kedua kalinya aku berada di tempat yang tidak pernah terbayangkan akan jadi kendaraanku untuk mencapai suksesku, sukses dunia akhirat maksudnya.... Tapi seperti caption postingan instagramku "Sometimes life closes doors because it's time to move forward. And even if you fall short, keep going, keep growing--because the struggle is not found on the path, it is the path. In the end I realize that we might not end up exactly where we intended to go, but we will eventually arrive precisely where we need to be. Heuheuu💪"
Jadiii, aku berusaha memahami dan mencoba mengartikan setiap sesuatu yang terjadi padaku, pasti ada suatu alasan kenapa harus begitu dan harus begini.

Daaaan, aku ingin sekali-kali mengapresiasi diriku yang sudah berjuang sejauh ini, untuk berada di titik saat ini. Terima kasih hila, kamu sudah mengusahakan yang terbaik. Mungkin belum jalannya (atau bukan jalannya?), yang pasti harus kamu tau adalah Allah selalu ada dan Akan selalu bersamamu, hanya kamu yang harus menemukan jalannya dan mengetuk pintu langit agar doamu tak hanya menjadi 'aamiin'mu sendiri.

Aku berharap, di jalan yang saat ini kutempuh, untuk setiap jatuh dan bangunku, selalu ada tangan yang datang sebagai perantara pertolongan dari-Nya, karena dengan begitu, aku yakin bahwa disetiap kesulitan ada kemudahan.

Bismillahirrahmanirrahim, untuk amanah baru yang harus kujalani selama 4 tahun (insya Allah), semoga selalu mendapat ridha dan rahmat-Nya, aamiin....

Jumat, 02 Maret 2018

Aku berharap, ketika rasa itu hadir aku benar benar hanya akan menceritakan semua padaNya...

Senin, 05 Februari 2018

Ayo Lari

Matahari masih malu-malu menampakkan diri ketika aku mulai bersiap untuk diriku. Sayangnya aku sudah harus berlomba dan berusaha menang melawan daya tarik kasurku yang selama dua bulan belakangan ini selalu menemaniku. Aku geleng-geleng pelan untuk sebuah keajaiban yang kutemukan ada pada diriku: sebuah semangat setelah semua drama yang kubuat sendiri.

Beberapa minggu yang lalu, aku dan kegalauanku tentang perpisahan perlahan mulai mengalah dengan kondisi yang ada--lebih tepatnya aku mulai menerimanya sebagai batu yang harus kuloncati--aamiin, yang terbaiklah pokoknya. Aku mulai biasa saja dengan rutinitasku, mungkin sedikit kaget karena jadwal seharian penuh yang mirip dengan jadwal anak SMA. Tapi yasudahlahya, mari menjalani dengan bismillah.

Semangat semester 2!!💪💪