Jumat, 13 November 2015

Pesan: Jangan Jadi Generasi Wacana

XXIII

Jadi ini ceritanya latepost. Gapapa kan, ya?

Aku belum pernah cerita tentang XXIII sama sekali di blog ini. Jadi yaaa, kemarin itu upacara besar terakhir kami. Ah baper kaan

Semangat ya teman-teman! Yuk jadikan amanah mbak mas ini sebagai ladang pahala kebaikan!!!!

Selasa, 10 November 2015

Hanya Angan

Aku ingin sebuah awal yang sempurna
Konsep yang tertata
Bekal yang siap
dan tenaga yang cukup

Aku ingin rekan yang setujuan
Mau mendengarkan
Mau menerima
dan pantang menyerah

Tapi...
Roda terus berputar membawa beban
Angin terus mengalir mengubah musim
dan aku, tetap diam menunggu ada yang bergerak

Jadi, kapan bisa jalan?

Senin, 02 November 2015

Aku Penggemar Rahasia

Hari ini bukanlah hari yang bisa dibilang mengesankan. Tapi Allah selalu menyimpan yang terbaik untuk terakhir, bukan? Hari ini aku baru sampai rumah jam setengah 8, ayah sudah di depan menunggu untuk menonton Ashoka (kalian harus melihatnya, Ashoka baik hatinya)
Ayah memanggil, mengajakku pergi. Sudah lama sekali terakhir aku pergi berdua.

Ayahku bukanlah sosok yang pandai berbicara dengan kata-kata indah, tapi semua yang diucapkan seolah memiliki arti yang tersirat. Ternyata ayah mengajakku pergi ke Tahu Telor Pak Jayen. Di jalan, ayah memulai ceritanya...

A: "Hila tau? Pak Jayen ini temennya ayah (gapaham kenapa semua orang temen ayah, di lain cerita ayah juga bilang tukang parkir di Petra Togamas yang ramah itu temennya). Dulu itu Pak Jayen kalo jualan pake gerobak. Sekarang liat, sudah punya banyak cabang, ada pegawainya"
H: "Wih, iyata yah? Kok bisa? Pasti Pak Jayen orangnya giat pekerja keras?"
A: "Pak Jayen itu orangnya taqwa sama Allah. Dulu itu istrinya pembantu rumah tangga. Sekarang liat. Hila tau arti taqwa?"
H: "Tau yah, menjalani perintah-Nya menjauhi larangan-Nya"
A: "Iya, dulu itu sering difitnah sama orang-orang, tapi karena orangnya bertaqwa mungkin karena itu jadi dimudahkan jalannya sama Allah."

Terima kasih ayah, sudah menjawab semua kegalauanku untuk hari ini...

Minggu, 01 November 2015

Giliran Kami

"Kini saatnya kamu dan temanmu 'tuk bergandengan lebih erat menjalankan roda kehidupan di smala :") Semoga bisa lebih sukses dari kamii!! :")"

#kemudianbaper

Bismillahirrahmanirrahim...

Semangat untuk para Prajurit Langit!

Oh, jadi begini rasanya.

Ternyata memilih jauh lebih susah dari pada menjadi sebuah pilihan. Apalagi untuk memilih seorang pemimpin. Berkali-kali sanggahan muncul, ini dan itu. Bersyukur masih ada yang mengingatkan "Bukan memilih yang terbaik, tapi yang sesuai"

Sebenarnya sedikit bingung, mungkin karena baru pertama kali. Kenapa saat yang lain diberi kesempatan, yang satunya tidak? Kenapa saat yang satunya ditinggikan, yang lain tidak ikut ditinggikan? Pada akhirnya semua tentang memaafkan masa lalu dan mencoba percaya untuk kedepannya. Karena takdir ini bukan tentang kesempatan yang ada, tapi pilihan yang dipilih.

Semangat teman-teman! Perjalanan dakwah memang berat, jadikan amanahmu sebagai ladang pahala kebaikan! 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ دَعَا اِلَى هُدًي كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبَعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْئا وَمَنْ دَعَا اِلَى ضَلَالَةَ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثلُ آثَامِ مَنْ تَبَعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئا (روه مسلم(
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “siapa saja yang mengajak kepada kepada kebenaran, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa saja yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengerjakan tanpa dikurangi sedikitpun” (HR Muslim)

Selasa, 20 Oktober 2015

Terkadang, hidup ini membuatku berpikir bahwa berhasil atau sukses adalah segalanya. Padahal dibalik kegagalan menanti kesuksesan besar jika mau berusaha.
Kata bu Neny tadi “Kalau berdoa itu jangan maksa dek, misalnya aja kamu mau masuk FK UNAIR, kamu doanya ‘ya Allah masukkan aku ke FK UNAIR’ terus waktu masuk ternyata nggak cocok, mintalah yang terbaik buat kamu. Terkadang yang terbaik buat kamu itu ya dengan gagal itu tadi”
Siapa yang tahu apa yang ada di depan nanti. Kalo kata ibu “Yang penting ikhlas, Mbak”
Yang datang dari-Nya selalulah yang terbaik.